puisi

dulu aku hanya seonggok daging

yang dialiri oleh derasnya arus darah

tanpa penerangan….

tanpa penghangat..

tanpa cinta.. tanpa cinta ..tanpa cinta

begitu menyedihkan hidup itu

aku berjalan luntang luntung tanpa arah

ku terus mencarai dan mencari

hingga disudut kegelapan itu

aku menemukan cahaya

yang bersinar menyilaukan

di dekatnya ku merasa tenang

di dekatnya ku mersa senang

dan di dekatnya ku mersa hangat itulah kamu sayang,,

ku lemparkan janggar ini kehatimu,

ku kaitkan dan tak kan pernah

kulepaskan cintaku kepada mu

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s